Oleh: jujun | Mei 16, 2008

Simulasi Terjun Payung

Kegiatan Outbound Kamis, 15 Mei 2008, kemarin adalah “Simlasi Terjun Payung”. Sekilas dari namanya memang tampak seru dan termasuk jarang dilakukan dalam kegiatan outbound. Kegiatan ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh siswa sd-3 dan sd-4 SAB.

Siswa yang mendapat giliran pertama adalah Arif, dengan “pede” mengajukan diri untuk menjadi yang pertama melakukan kegiata tersebut. Setelah lengkap dipasang perlengkapan pengaman berupa fullbody harness, Arif pun dipasangkan tali pengaman untuk ditarik ke bagian tengah tali yang terbentang antara saung Banjar (kelas 4) dan saung Melayu (kelas 6). Sebelum sempat ditarik ke tengah, Arif merasa gugup dan panik sehingga enggan untuk melepaskan tangannya dan sempat menangis karena ketakutan, akhirnya giliran Arif pun digantikan terlebih dahulu oleh Firman yang memang telah bersiap untuk melakukan terjun, sementara Arif ditempatkan pada urutan terakhir.

Murid yang mengalami hal serupa adalah Sausan dan Sean yang gugup ketika akan melepaskan tangannya dan membuat dirinya tergantung pada tali pengaman dan akhirnya tidak jadi melakukan kegiatan itu hingga terakhir.

Selanjutnya secara bergantian antara siswa kelas 3 dan kelas 4 melakukan kegiatan tersebut tanpa ada hambatan karena telah melihat Firman dan teman-temannya yang lain berhasil melakukan terjun.

Simulasi terjun payung ini merupakan kegiatan awalan yang diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan keberanian pada anak terhadap potensi diri serta kepercayaan terhadap alat pengaman yang akan membuatnya merasa aman.

Setting

Alat pengaman berupa fullbody harness dipasang pada badan anak disesuaikan dengan ukuran tubuh dan kenyamanan anak tersebut. Setelah itu baru dipasangkan pada tali kawat baja yang telah dipasang terbentang antara Saung Melayu dan Saung Banjar. Antara pengaman pada badan anak dengan tali baja dihubungkan dengan tali Kernmantle dan Carabiner, kemudian dibuat pasak pada salah satu tali pengaman yang dipendekkan. Anak ditarik menuju bagian tengah tali lalu dilepaskan pasaknya sehingga membuat anak terjatuh tapi masih terikat dengan tali pengaman.

Komentar dari anak-anak yang telah melakukan kegiatan tersebut cukup variatif, ada yang senang dan ingin melakukannya lagi (sebagian besar) ada juga yang kaget dan tidak ingin melakukannya lagi untuk sekarang ini (tapi tidak merasa takut).


Tanggapan

  1. kepercayaan diri dan keberanian sangat penting untuk menghadapi dunia kerja. ketika sang anak sudah dewasa.


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.